27 December 2014

Sudahkah kita memberi

Jangan tanya pada temanmu APA YANG DAPAT DIBERIKAN untukmu, tetapi tanya kepada dirimu sendiri, APA YANG DAPAT DIBERIKAN untuknya.

18 December 2014

Kesuksesan

KESUKSESAN orang lain sering membuat kita iri hati 
tetapi tidak iri soal JERIH PAYAH

28 July 2014

Ucapan Selamat Idul Fitri


Kami sebagai admin Blog Nuansa Pena,

Edi - Aura Ide

mengucapkan:

Selamat Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir dan Batin


Admin Blog Nuansa Pena mengucapkan Selamat Idul Fitri



 اللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ
لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ
وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ
وَلِلَّهِ الْحَمْدُ


تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
“Taqabbalallahu minna wa minkum”
“Semoga Allah menerima amal kita.”
Aamiin!

(Edi – Nuansa Pena)

25 July 2014

Merayakan 'Iedul Fitri berdasarkan Sunnah

Merayakan 'Iedul Fitri berdasarkan Sunnah
Merayakan 'Iedul Fitri berdasarkan Sunnah, mari kita rayakan 'Iedul Fitri sesuai dengan yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sababat beliau. 

Baca sampai tuntas biar kita semua tidak salah arah dalam merayakan 'Iedul Fitri. Kita lakukan sesuai tuntunannya!

  • Mandi.
    Dari ‘Ali bin Abi Thalib, “Seseorang pernah bertanya pada ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu mengenai mandi. ‘Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?” ‘Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arofah, hari Iedul Adha dan Iedul Fithri.” (HR. Al Baihaqi 3/278)
  • Makan.
    Buraidah RodhiyAllahu’anhu: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar pada hari 'Iedul Fitri sebelum makan, dan tidak makan pada hari Iedul Adha hingga beliau menyembelih qurban.”(HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
    Anas RodhiyAllahu’anhu: "Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tak keluar rumah pada hari raya ‘Iedul Fitri hingga makan beberapa kurma.” (HR. Bukhari).
    Ibnu Muhallab: "hikmah makan sebelum shalat adalah agar jangan ada yang mengira bahwa harus tetap puasa hingga shalat 'Iedul Fitri."
  • Jalan berangkat dan pulang berbeda menuju tempat shalat 'Iedul Fitri
    Jabir RodhiyAllahu’anhu: “Adalah Rasulullah Saw ketika di hari ‘Ied berbeda jalan (ketika berangkat dan pulang).”(HR. Bukhari)
    Ibnu Umar RodhiyAllahu’anhu: “Rasulullah Saw biasa keluar menuju shalat ‘Ied dengan berjalan kaki dan pulang dengan berjalan kaki.(HR. Ibnu Majah)
  • Hukum shalat 'Iedul Fitri adalah fardhu ‘ain.
    Hukum shalat 'Iedul Fitri adalah fardhu ‘ain bagi setiap orang, karena Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengerjakan shalat 'Iedul Fitri. Shalat 'Iedul Fitri menggugurkan shalat Jum’at, jika 'Iedul Fitri jatuh pada hari Jum’at. Sesuatu yang wajib hanya bisa digugurkan oleh kewajiban yang lain (At Ta’liqat Ar Radhiyah, syaikh Al Albani, 1/380).
  • Wanita Haid dan Jilbab
    Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 324) dan Muslim (no. 890) dari Ummu Athiyah Radhiallahu ‘Anha; beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk keluar pada hari 'Iedul Fitri dan ‘Iedul Adha, baik ‘awatiq (wanita yang baru baligh), wanita haid, maupun gadis yang dipingit. Adapun wanita haid, mereka memisahkan diri dari tempat pelaksanaan shalat dan mereka menyaksikan kebaikan serta dakwah kaum muslimin. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab.’ Beliau menanggapi, ‘Hendaklah saudarinya (maksudnya: sesama muslimah, pent.) meminjamkan jilbab kepadanya.
  • Waktu Shalat 'Iedul Fitri.
    Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi: "Waktu shalat 'Iedul Fitri dan 'Iedul Adha adalah dimulai dari naiknya matahari setinggi satu tombak sampai tergelincir. Yang paling utama, shalat 'Iedul Adha dilakukan di awal waktu agar manusia dapat menyembelih hewan-hewan kurban mereka, sedangkan shalat 'Iedul Fitri diakhirkan agar manusia dapat mengeluarkan zakat Fithri mereka" [Minhajul Muslim 278].
  • Shalat ‘Iedul Fitri di Lapangan.
    Abu Sa’id Al-Khudriy Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Dulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di hari raya 'Iedul Fitri dan 'Iedul Adha menuju lapangan. Maka sesuatu yang paling pertama kali beliau mulai adalah shalat 'Iedul Fitri, kemudian beliau berbalik dan berdiri menghadap manusia, sedangkan manusia duduk pada shaf-shaf mereka. Beliau pun memberikan nasihat dan wasiat kepada mereka, serta memberikan perintah kepada mereka. Jika beliau ingin mengirim suatu utusan, maka beliau putuskan (tetapkan), atau jika beliau memerintahkan sesuatu, maka beliau akan memerintahkannya. Lalu beliau pun pulang”. [HR. Al-Bukhariy dalam Shohih-nya(913) dan Mulim dalam Shohih-nya (889)]
    Ibnu umar Radhiyallahu ‘Anhuma berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pagi-pagi menuju lapangan di hari 'Iedul Fitri, sedangkan tombak kecil di depan beliau. Jika telah tiba di lapangan, maka tombak kecil itu ditancapkan di depan beliau. Lalu beliau pun shalat menghadap tombak tersebut. Demikianlah, karena lapangan itu adalah padang, di dalamnya tak ada sesuatu yang bisa dijadikan “sutroh” (pembatas di depan imam)” [HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (930), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1304)].
    Abdur Rahman bin Abis berkata, “Aku pernah mendengarkan Ibnu Abbas sedang ditanya, apakah engkau pernah menghadiri shalat ied bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Ibnu Abbas menjawab, ya pernah. Andaikan aku tidak kecil, maka aku tidak akan menyaksikannya, sampai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi tanda (yang terdapat di lapangan), di dekat rumah Katsir Ibnu Ash-Shalt. Kemudian beliau shalat dan berkhutbah serta mendatangi para wanita sedang beliau bersama Bilal. Maka nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihati mereka, mengingatkan, dan memerintahkan mereka untuk bersedaqah. Lalu aku pun melihat mereka mengulurkan (sedeqah) dengan tangan mereka sambil melemparkannya ke baju Bilal. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Bilal berangkat menuju ke rumahnya”. [HR. Al-Bukhariy dalam Shohih-nya(934)].
  • Waktu Takbir.
    Allah berfirman, yang artinya: “…hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (Qs. Al Baqarah: 185).
    Ibnu Umar, beliau bertakbir ketika hari Ied sampai tiba di tempat shalat Ied dan beliau terus bertakbir sampai imam shalat Ied datang” [Riwayat Faryabi dalam Ahkam Iedain no 46-48].
    Takbir dimulai sejak matahari terbenam pada malam 'Iedul Fitri, apabila bulan (Syawal) sudah diketahui sebelum magrib, misalnya ketika Ramadan sempurnakan tiga puluh hari, atau telah ditetapkan rukyah hilal syawal. Takbir diakhiri dengan pelaksanaan shalat 'Iedul Fitri. Yakni ketika orang-orang mulai shalat 'Iedul Fitri, maka selesailah waktu takbir." (Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 16/269-272)
  • Ucapan Takbir.
    Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan:
    اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
    "Allahu Akbar, Allahu Akbar Laa Ilaha Ilallah Walahu Akbar Allahu Akbar Walilahi Hamd"
    “ Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan hanya bagi Allahlah segala pujian.”
    Beliau mengucapkan takbir ini di mesjid, di rumah dan di jalan-jalan.
    (HR. Mushanaf Abi Syaibah)
    Takbir dengan_Allahu Akbar tiga kali diriwayatkan oleh Yazid bin Zinad dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas. Seperti yang dilakukan di Indonesia tiga kali karena Imam Malik dan Imam Syafi’i memakainya.
  • Ucapan Selamat Hari Raya ‘Iedul Fitri.
    Jubair bin Nufair; beliau mengatakan, “Dahulu, para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila saling bertemu pada hari raya, saling mengucapkan:
    تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
    “Taqabbalallahu minna wa minkum”
    “Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.”
    (Sanadnya hasan; Fathul Bari, 2:446)
Semoga kita dapat merayakan Hari Raya ‘Iedul Fitri dengan benar, apabila tulisan ini ada yang kurang atau salah mohon koreksinya.

16 July 2014

Ayat-ayat dan Hadist Lailatul Qadr

Ayat-ayat dan Hadist Lailatul Qadar

Ayat-ayat Al-Qadr
Al-Qadr
Artinya:

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
  1. Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan
  2. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu?
  3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
  4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan
  5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar

Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha:

” Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon” (HR: Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)


Tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar:  
  1. Dari Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Lailatul Qadar adalah malam tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”
  2. Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.”
  3. Dari Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.”
  4. Dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam : “ Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

Doa di saat datangnya Lailatul Qadar:

Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha. Yaitu saat Aisyah bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?" kemudian Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku." (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya)

    http://goo.gl/WL9LYb

    15 July 2014

    Neraka Sudah Sesak, Surga Butuh Kamu

    neraka atau surga tempat akhir kita!
    Neraka atau Surga
    Maaf tertarik dengan "Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer" dengan Tema Lomba : “Serba-serbi masjid dan kegiatan di sekitarnya”. Saya jadi ingat postingan lama saya yang berjudul "Surga Neraka di Mushala SMA Negeri" tanggal post 6 Agustus 2010.

    Disana ada foto dengan banner yang menarik dengan tulisan "Neraka sudah sesak, Surga butuh kamu" di sudut Mushala SMA Negeri 1 Cluring - Banyuwangi. Sengaja saya posting lagi dengan judul beda, supaya dapat menjadi peringatan bagi kita semua akan makna isi dan tujuannya! Karena daur ulang post, saya hanya ingin meramaikan lomba saja, tidak diikutkan lombapun tidak masalah, yang utama tujuan dari lomba ini sukses dan dapat memberi pencerahan bagi kita semua.

    Neraka sudah sesak, surga butuh kamu
    Neraka sudah sesak, Surga butuh kamu! Mari kita tingkatkan Iman dan Taqwa sebelum terlambat! Ajakan yang harus kita ikuti dari Sudut Mushala SMA Negeri 1 Cluring - Banyuwangi.

    http://theordinarytrainer.wordpress.com/2014/07/07/lomba-foto-blog-the-ordinary-trainer/


    14 July 2014

    Kalahkan Argentina, Jerman Juara Piala Dunia 2014

    Kalahkan Argentina, Jerman Juara Piala Dunia 2014

    Kalahkan Argentina, Jerman Juara Piala Dunia 2014
    (REUTERS/Dylan Martinez)
    Jerman setelah mengalahkan Brasil dengan skor 7 – 1 di perempat final, kesulitan  mengalahkan Argentina di final, pertandingan sangat ketat dan berimbang masing- masing punya peluang yang bagus, tapi sayangnya terbuang percuma karena penyelesaiannya buruk, Argentina dengan pertahanannya yang kuat akhirnya jebol juga.

    Pertandingan 90 menit skor tetap 0 – 0, gol terjadi diperpanjangan waktu dimenit 112 oleh Goetze pemain yang menggantikan Miroslav Klose di menit ke 87. Terjadinya gol diawali dengan umpan silang Andre Schuerrle dan Goetze menerimanya dengan dada dan diteruskan dengan tendangan keras kearah penjaga gawang Sergio Romero yang gagal menangkapnya dan gol, skor 1 – 0.

    Gol ini bertahan sampai akhir pertandingan dan menjadikan Jerman Juara Piala Duia 2014, dengan demikian Jerman mencatatkan diri sebagai Tim Eropa pertama yang menjadi Juara Piala Dunia di Amerika Selatan. Prestasi  Jerman 4 kali menjadi Juara Piala Dunia, yaitu tahun 1954, 1974, 1990, dan 2014.


    Pemain Jerman:
    Manuel Neuer, Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, Toni Kroos, Mesut Özil, Thomas Müller, Benedikt Höwedes, Mats Hummels , Jérome Boateng, Cristoph Kramer (Andre Schurrle, 32'), Miroslav Klose (Mario Goetze, 87')

    Pemain Argentina:
    Sergio Romero, Marcos Rojo, Lucas Biglia, Enzo Pérez (Fernando Gago, 86', Javier Mascherano, Ezequiel Lavezzi (Sergio Aguero, 45'), Gonzalo Higuaín (Rodrigo Palacio, 78', Ezequiel Garay, Pablo Zabaleta, Martín Demichelis) ), Lionel Messi