3 October 2009

Allah sakit, bagaimana cara mengunjunginya!?


Negara yang indah
Negara yang selalu diperebutkan
Negara yang kaya raya

Musibah demi musibah
Silih berganti
Meninggalkan jejak kepedihan

Kakiku hilang
Tanganku hilang
Dadaku remuk

Tempatku hancur
Usahaku lenyap
Keluargaku kemana

Tangisan
Jeritan
Raungan

Alhamdulillah
Masih ada yang ingat
Masih ada yang sabar

Semua itu cobaan teriaknya
Mengais reruntuhan dengan tangannya
Bukan harta yang dicari tapi kerabat

Berlinangan air mata
Tanpa komando saling membantu
Dengan darah menetes saling menghibur

Tempat kita sudah mulai rapuh
Banyak rongga menganga dibawahnya
Sewaktu-waktu bisa runtuh

Gempa .. gempa .. gempa ..
Bila Allah berkehendak
Maka Terjadilah!

Apa yang harus kita lakukan
Kondisi segar bugar terhindar dari bencana
Yang berlimpah dengan titipan Allah

Apa kita biarkan berlalu begitu saja
Kapan kita mengunjungi Allah yang sedang sakit
Yang sedang menunggu kita dengan cara-Nya



*******

Allah telah berfirman, “Hamba-Ku mendekat kepada-Ku sehingga Aku menjadikannya sahabat-Ku. Akupun menjadi telinganya, matanya dan lidahnya.”
Juga Allah berfirman kepada Musa As., “Aku pernah sakit tapi engkau tidak menjenguk-Ku!”
Musa menjawab: “Ya Allah, Engkau adalah Rabb langit dan bumi; bagaimana Engkau bisa sakit?”
Allah berfirman: “Salah seorang hamba-Ku sakit; dan dengan menjenguknya berarti engkau telah mengunjungi-Ku.”



*******

Ia berkata kepada salah seorang di antara mereka, “Aku lapar, tapi kamu tidak memberi makan kepada-Ku.”
Ia berkata kepada yang lainnya, “ Aku Haus, tapi kamu tidak memberi-Ku minum.”
Ia berkata kepada hamba-Nya yang lainnya lagi, Aku sakit, tapi kamu tidak menjenguk-Ku.”
Ketika hamba-hamba-Nya mempertanyakan semuanya ini, Ia menjawab, “Sungguh si fulan lapar; jika kamu memberi makan kepadanya, kamu akan menemukan Aku bersamanya. Si fulan sakit; jika kamu mengunjunginya, kamu akan menemukan Aku bersamanya. Si fulan haus; jika kamu memberinya minum, kamu akan menemukan Aku bersamanya.”
(Hadits ini ada dalam Al-Futuhat al-Makkiyah)



*******

Nabi Saw bersabda, “Obatilah orang-orang sakit di antara kamu dengan shadaqah.”
(HR. Abu Umamah al-Bahili, hadits hasan oleh al-Alani dalam shahih al-Jami’ no 3358)



*******

Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban shadaqah .. dan disebutkan diantaranya: berbuat adil di antara manusia adalah shadaqah, menolong dan membawanya di atas kendaraannya adalah shadaqah atau mengangkatkan barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah dan menunjukkan jalan adalah shadaqah …”
(Muttafaq alaih)



*******



QS. Al-Baqarah: 254



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

O ye who believe! Spend out of (the bounties) We have provided for you, before the Day comes when no bargaining (Will avail), nor friendship nor intercession. Those who reject Faith they are the wrong-doers.

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.



QS. Al-Baqarah: 265



وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ



And the likeness of those who spend their substance, seeking to please Allah and to strengthen their souls, is as a garden, high and fertile: heavy rain falls on it but makes it yield a double increase of harvest, and if it receives not Heavy rain, light moisture sufficeth it. Allah seeth well whatever ye do.

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.



*******

20 komentar

3 October 2009 at 23:30

Ya Allah kuatkanlah keimanan hamba-hamba-Mu yang Engkau timpakan ujian buat mereka.

Sesungguhnya tiada daya dan upaya melainkan hanya dengan Engkau jua Ya Allah...

4 October 2009 at 09:10

Assalamulaikum :)
subhanallah tulisannya, Dini g tau mo bicara apalagi, beruntunglah engkau yang diberikan Allah tuk menulis tulisan sebagus ini, he2 Dini ja bergetar bacanya, huf, semoga akan terus terlahir tulisan2 seperti ini tuk mengingatkan saudara yang lain ketika khilaf, semangat :)

4 October 2009 at 11:39

Bertaubatlah sebelum ajal tiba...sesal kemudian x berguna lagi... =)

5 October 2009 at 12:23

sungguh tulisan yang bagus, sobat ...
terima kasih sudah berbagi. Sangat bermanfaat

5 October 2009 at 20:43

maha suci Allah posting ini bikin saya nangis bang really its make me cry

5 October 2009 at 20:44

berpegang teguhla pada tali Allah dan janganlah kau bercerai berai

6 October 2009 at 09:23

kiamat sudah dekat bro,,
makanya bagi yang banyak dosa cepat2 bertobat,,
hehehhehehhe

6 October 2009 at 16:46

padat dengan ilmiah sesuai kondisi terjadi,
agar bisa revisi,
kehidupan berpaksi tuntutan ilahi,
bala mohon dijauhi,
rahmat dan kasih mohon dirapati,
Amin,
Tazkiah buat saudara-saudara seagamaku di seberang sana,
Hentikan segenap kebencian dan permusuhan,
kerna kita bersaudara,
seagama!

6 October 2009 at 21:27

Firman Allah dalam A;-Baqarah 155-157 :

Dan sungguh Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.<155>

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".<156>

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.<157>

8 October 2009 at 04:39

wkwkwkw yang bikin kiamat itu ya manusia itu sendiri ya toh...pada rakus si dan itu juga sudah takdir YME..

9 October 2009 at 18:39

mendekatlah selalu Pada Pemilik Hidup...
melaksanakan perintahNya dan jauhi laranganNya, dan keluarlah dr sifat kemunafikan, Insya Allah kita terhindar dr segala bencana....
amiin..

10 October 2009 at 03:29

woooowwwwww, enjambemen puisinya mantabbb...

11 October 2009 at 11:05

ngeri sekali... gak berani pokoknya sama Dia...

12 October 2009 at 16:25

Allah selalu bersama hambaNya disaat suka dan duka, tiada suatu kejadianpun di bumi tanpa seizinNya... susah, sedih atau senang dan lapang ada di tanganNya... manusia hanya perlu menetapkan Iman padaNya, dan penuhi jiwa dengan sabar, syukur, tanpa lupa berikhtiar yang terbaik dalam hidup, walau terkadang berat jika berada pada posisi susah, sedih dll...
dan tentu juga manusia mesti berempati, dan saling berbagi dari yang semampunya... ya kan bro...

postinganmu inspiratif, dan nice serta cerah berona... oya klu berkenan mampir ke ilmu inspirasi air yup...

12 October 2009 at 20:00

Sebagai seorang muslim apabila kena musibah, marilah kita mengucapkan :

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا

“Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kamipun kepada-Nya akan kembali. Ya Allah karuniakanlah kami pahala atas ketabahan kami menerima musibah ini dan gantikanlah kami dengan yang lebih baik dibanding apa yang telah sirna karena musibah tersebut.”

“Niscaya Allah melimpahkan pahala kepadanya dalam musibah yang menimpanya itu dan menggantikannya dengan yang lebih baik dari apa yang telah sirna darinya.” Dan tatkala suamiku Abu Salamah meninggal dunia, akupun mengucapkan ucapan itu, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ternyata Allah menggantikanku dengan yang lebih baik dari Abu Salamah, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Riwayat Al Bukhari)

12 October 2009 at 23:12

Semoga saya mampu menjadi orang yang sabar ketika di uji. Salam kenal sahabat...

Terimakasih sudah mampir ke blogku dan atas komentarnya.

13 October 2009 at 14:48

intinya kita harus waspada. tak boleh takabur krn bencana bisa melanda tiap saat.

17 October 2009 at 00:09

subhanallah. bisa jadi inilah skenario terbaik dari Sang Pemilik Kehidupan terhadap bangsa kita yang selama ini sudah mulai abai terhadap nilai-nilai religius. kita begitu gampang bercerai berai hanya karena persoalan2 sepele. semoga musibah bisa makin mendekatkan kita kepada-Nya. amiin.

25 October 2009 at 22:43

blognya inspiratif banget...lanjutkan!!!!!

10 November 2009 at 08:02

Saya hanya bisa berucap Subhanallah
terima kasih atas postingan ini.

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungan Anda!
Kami harapkan komentar Anda berkaitan dengan artikel, dan Komentar Anda akan kami hapus, bila:
- Menyisipkan Link Aktif di Komentar
- Link User Name Anda mengarah ke Blog Iklan
- Link User Name Anda menawarkan Aborsi, Judi, Obat Bius, Alat Bantu Sex, Foto / Gambar / Animasi Versi Pornografi.

Mohon maaf, kami pakai comment moderation!