17 January 2010

KepadaMu aku berserah diri



dengan air mata

yang membuka hati


dengan dzikir

yang memggetarkan jiwa


dengan aroma asing

yang masuk ke pusat rasa


dengan pusaran angin

yang menyejukkan jiwa


hanya rasa yang ada

semua lebur bersama cahaya

cahaya keindahan dan kebahagiaan


sejenak kunikmati aura dan aroma rasa

tiada kata yang tepat

untuk mengutarakannya

Subhanallah

KepadaMu aku berserah diri

63 komentar

17 January 2010 at 17:26

puisi yang luar biasa tentang berserah diri

17 January 2010 at 17:27

hamoir 3 bulan baru bisa pertama lagi disini Alhamdulillah

17 January 2010 at 17:28

mantap puisinya lihat artikel baru sob ditulis bang iwan

17 January 2010 at 17:34

sebuah renungan,,
mantap

17 January 2010 at 17:53

Subhanallah. Puisi religius yang sangat tulus. Nice poem, sob.

17 January 2010 at 18:17

Hanya kepadaNYA kita berserah diri
Hanya darinya kita dapatkan kekuatan utk menjalani hidup ini

17 January 2010 at 18:39

@ munir ardi >> kini Bang Munir juara pertamanya!
@ Blogger Bumi Lasinrang >> segera ketujuan!
@ aan >> lagi menenangkan diri!
@ Ivan Kavalera >> banyak belajar dari puisi-puisinya Bang Ivan!
@ reni >> benar, dengan kekuatan Allah kita menjalani kehidupan ini!

17 January 2010 at 19:23

mampi pertama pada malam hari...

17 January 2010 at 19:25

Saya selalu iri kalau ada puisi yang tersaji disini. Entah kapan aku bisa menyusun kata seindah itu.

17 January 2010 at 19:53

puisi religi yg mantap

17 January 2010 at 20:01

@ Seti@wan Dirgant@Ra >> Bang Iwan merendah, saya selalu mengikuti puisinya di blog Bang Iwan dan di kolom-kolom komentar bagus sekali!
@ Sang Cerpenis bercerita >> menghilangkan keresahan!

17 January 2010 at 20:06

subhanallah wal hamdulillah wala illaha illah wallahu akhbar...

mantap! Basah hatiku... tenang jiwaku.

17 January 2010 at 20:53

g ada coment lagi sob selain |great poem| puisi sekaligus doa, yg sangat menyentuh kalbu, hanya kepadaNyalah semua kita serahkan

17 January 2010 at 21:44

Sungguh ungkapan perasaan yang menyayat..
sangat bagus kawan ^^

*Salam Kenal ~IcaPuspita~

17 January 2010 at 22:51

Duh...kapan ya saya bisa puisi sebagus ini, ajarin dong mas...!!

17 January 2010 at 23:40

subhanalloh.......

17 January 2010 at 23:53

Bagus Puisinya Kang. seakan2 mengiris hati,he Memang sesuai blog ini di nmkan nuansa pena karena isi nya2 luar biasa.

18 January 2010 at 06:32

sungguh puisi religius yang sangat indah sahabat ^_^
menggetarkan sampe ke relung hati,kerinduan yg sarat kepada DIA....

18 January 2010 at 07:49

saya sedang menikmati saja...

18 January 2010 at 08:47

aku juga selalu berserah diri
ga ada yg bisa kita lakuin lagi soalnya selain berserah diri, karena semua udah diatur oleh Nya

18 January 2010 at 08:48

Munajat nya mas akhmad nihh...di buat lyric lagu kaya bang Dani dewa 19 aja mas....

18 January 2010 at 09:00

Bila seorang hamba berdoa dan berserah diri kepadanya dengan tulus ikhlas dengan mencucurkan air mata niscaya doanya akan di ijabah Allah SWT dan dia akan terlindung dari api neraka
alhdist
wallahu alam bi showab

18 January 2010 at 09:05

wahh nyambung gak yahh koment nya nihh

18 January 2010 at 09:07

PASRAH, TETAP MERUSAHA KE YG LEBIH BAIK.

18 January 2010 at 09:50

@ all -> Trim's kunjungannya semoga kita selalu dalam perlindungannya dan diberi kesehatan sehingga kita dapat menjalankan habluminallah dan habluminannas! Amin!

18 January 2010 at 10:25

benar sekali...
hanya kepada-Nya kita berserah diri.

18 January 2010 at 10:27

kata terangkai indah
mengagungkan Asma-Mu
bersyukur atas rahmat-Mu

TFS friend.

18 January 2010 at 10:27

“Allah Tidak Membebani Seseorang Melainkan Sesuai Kesanggupannya”,
dan "Allah menghendaki kemudahan bagi ANDA, dan tidak menghendaki
kesukaran bagi ANDA". so terimalah se adanya ... yg terindah di lubuk hati ANDA....

18 January 2010 at 11:00

puisi yang menenangkan
pas banget untuk merenung..

18 January 2010 at 11:51

so sweet... indah lagi karena ane baca waktu hujan gerimis .... true love poem... :)

18 January 2010 at 12:01

apakabar, mas?
sebuah penyerahan dengan "aroma asing yang masuk ke pusat rasa"
subhanallah

18 January 2010 at 12:06

sambil nengok, ada link-ku gak ya?

18 January 2010 at 12:16

puisi yang mendamaikan gemuruh jiwa. luar biasa... salut bang

18 January 2010 at 12:24

Aku berserah diri padaMu
Karena kutak berdaya,
Berdiri sendiri di sini
Memandang hidup yang penuh cerita
Aku bukan siapa-siapa,
Aku bahkan bukan apa-apa,

18 January 2010 at 13:19

Hanya kepada Yang Maha Kuasa lah kita berserah diri. Sesungguhnya Allah akan memberikan yg terbaik.

18 January 2010 at 14:29

hiks hiks...

18 January 2010 at 15:04

subhanallah... puisimu memang selalu berangkai kalimat etnik yang indah dan puisimu yang satu ini mengandung makna cinta pada Allah SWT yang begitu dalam... semoga setiap hambaNya di beri ketetapan hati olehNya tuk selalu berserah diri padaNya... amin

18 January 2010 at 15:23

Yups, hanya kepadanya bersandar...

18 January 2010 at 15:23

Subhanalloh...

18 January 2010 at 15:28

keren puisi'y.
menggetrkan jiwa N prasaanku..

18 January 2010 at 16:12

@ all >> Trim's atas kunjungannya! Maaf akses lagi lemot, komentar ditempat sendiri kesulitan!

18 January 2010 at 16:22

mari kita untuk berserah diri kepadaNya..., untuk kita renungkan bersama

18 January 2010 at 16:22

sungguh menyentuh, dan penuh hikmah, sukses ya

18 January 2010 at 17:19

hidup emang kudu berserah diri,Insyaallah akan terasa tenag,damai.

18 January 2010 at 18:37

penyerahan diri yang sangat indah sobat...

18 January 2010 at 20:05

mampir malam ah... ;-)

18 January 2010 at 20:26

@ Trim's bersedia mampir!

18 January 2010 at 20:27

Alhamdulillah ya Allah atas semua nikmatMu :)
berkunjung ke nuances ah

18 January 2010 at 21:28

Ilustrasi fase ekstase yg indah...semoga senantiasa lebur dalam kasihNya mas...

18 January 2010 at 21:36

tukeran link yukssss! ^_^

18 January 2010 at 21:43

dengan sujud ku ungkapkan syukurku....

18 January 2010 at 23:10

nice poem :)

19 January 2010 at 08:57

@ all >> trim's kunjungannya, Ica link sudah terpasang!

19 January 2010 at 09:57

keren banget ....salut!

19 January 2010 at 10:53

kepada-Mu aku berserah diri
dari segala tipu daya...

19 January 2010 at 10:55

puisi indah, terangkai rapi, mendalam sekali maknanya...

19 January 2010 at 11:15

Sebuah kepasrahan hidup, Subhanallah... Kayaknya, saya selalu telat dateng yah? mungkin karena belum dilink kali yah..??? :D saya link, biar gak ketinggalan posting :)

19 January 2010 at 11:25

Assalamualikum, mohon maaf baru mampir kembali.

Subhanallah puisi yang menyentuh.

19 January 2010 at 11:33

@ all >> trims telah komentar, Anazkia link sudah terpasang!

* Mbak Latifah Hizboel, akhir-akhir ini sering menghilang! Selamat datang kembali!

20 January 2010 at 10:15

subhanallah, maha suci Allah...sungguh puisi yg menyentuh rasa, semoga kita semua lebih terbuka hatinya atas kuasa Allah, amin....

21 January 2010 at 06:14

shoutmiknya gak ada nihh kmana..??
mau duk di pasang di bloglistt nya mas akhmad tuuhh....

21 January 2010 at 08:03

@ Ipin >> sudah kupasang....maaf kelewatan...makanya gak pernah muncul jadi telat terus dapat berita baru dari Bang Ipin!

25 January 2010 at 12:48

pasrah
dan benar benar berserah diri itu tidak mudah lho...

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungan Anda!
Kami harapkan komentar Anda berkaitan dengan artikel, dan Komentar Anda akan kami hapus, bila:
- Menyisipkan Link Aktif di Komentar
- Link User Name Anda mengarah ke Blog Iklan
- Link User Name Anda menawarkan Aborsi, Judi, Obat Bius, Alat Bantu Sex, Foto / Gambar / Animasi Versi Pornografi.

Mohon maaf, kami pakai comment moderation!