28 July 2010

Diamnya Freeport adalah emas dan uranium, diamnya kita dapat apa?

Menyedihkan sekali Papua yang kaya-raya akan hasil tambang, Ada yang bilang Papua bukan bagian Republik Indonesia tetapi milik PT Freeport Indonesia. Buktinya yang menikmati kekayaan bumi Papua siapa? Kita memang punya tempatnya, tapi hasilnya kemana ? Sudah adilkah pembagiannya ? Kita simak ucapan Wakil Gubernur Papua Bapak Alex Hesegem, “Tiap tahun kita hanya terima 1 % dari apa yang mereka peroleh, nilainya tidak lebih dari sekitar Rp 500 milyard, kalau mau ditelisik lebih jauh mestinya kita bisa memperoleh lebih dari itu

Berita terakhir PT Freeport Indonesia diduga melakukan tindakan pelanggaran Kontrak Karya antara Pemerintah Pusat dengan PT Freeport Indonesia yaitu melakukan penambangan uranium yang telah berlangsung lebih kurang 8 bulan.

Aneh bila hal ini benar-benar terjadi, apa tidak ada pengawas yang ditempatkan disana oleh Pemerintah Pusat, bila ada sudahkah bekerja dengan benar ? Atau memang dalam kontrak karya pemerintah dengan PT.Freeport Indonesia tidak diperkenankan penempatan pengawas, kalau memang seperti itu berarti benar ungkapan diatas benar-benar terjadi adanya Negara (PT Freeport Indonesia) dalam Negara (Republik Indonesia). Kontrak Karya dengan nilai jual yang tinggi seharusnya didalamnya ada pasal yang mengatur pengawasan dari pemerintah, pengawasan dari independen dan media.

Mengenai kasus penambangan uranium ini harus segera dilakukan tindakan nyata dengan menginvestigasi untuk membuktikan benar tidaknya penambangan uranium yang dilakulan oleh PT Freeport Indonesia. Jangan diam saja, karena:
Diamnya Freeport adalah emas dan uranium, diamnya kita dapat apa? Dan jangan sampai terjadi ada Negara dalam Negara di Republik Indonesia, karena tidak adanya pengawasan sama sekali.
Tinggal beberapa hari lagi kita akan merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2010, jangan kecewakan para Pahlawan kita yang telah mengorbankan darahnya untuk kemerdekaan, mari kita jaga kekayaan dan keutuhan negara kita ini! Salam Merdeka!

17 komentar

28 July 2010 at 18:48

semoga kedepan semua sumber daya alam kita bisa dikelola oleh anak bangsa sendiri

28 July 2010 at 19:30

melanggar kontrak yah dg melakukan penambangan uranium ,,klo mnurut sy di awasin sih iya tp ya gitu dech..gmna sih orang indonesia cara melakukan pengawasan..kayak nggak tau ajah..hikz

28 July 2010 at 19:34

tapi banyak masalah tuh di free port, sudah sering beritanya di tv, bahkan desa tetangga kampug saya yg katanya juga kerja di sana akhirnya pulang karena alasan takut dll

28 July 2010 at 20:46

maaf bila pak tani lancang, tapi lihat juga kasus yang sering bikin kita sakit usus, dan untuk tegak atau tidaknya jangan salahkan siapa", lebih baik di tahun mendatang kita tak usah lagi memilih calon presiden dan wakilnya karna percuma kita hanya menjadi mesin tunggangan dari kuda sumbawa yang di import dari luar negri.
merdeka kah kita?
jangan bertanya itu pada anak kecil coba tanyakan pada sang ibu pertiwi yang sdang terisak di pinggir pantai ketika lembayung senja sedang berjalan mesra..

28 July 2010 at 23:11

makanya jangan heran kalau ada sekelompok gpk yang mengacaukan freeport. i2 adalah akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap mereka.

29 July 2010 at 08:49

Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sebenarnya Indonesia adalah negeri yang kaya raya. Kita tentunya prihatin bila hal ini benar-benar terjadi. Hasil tambang yang ada di perut bumi Indonesia untuk kemakmuran sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia. Semoga dapat terwujud pembagian hasil yang lebih adil dan proporsional. Para pemimpin dan pengambil keputusan memegang dan menjunjung tinggi amanat rakyat Indonesia yang dibebankan diatas pundak mereka.

kesenjangan sosial dan ekonomi antara para "penduduk" freepord dengan masyarat lokal telah menjadi cukup bukti untuk menyatakan bahwa: di "sana" ada masalaih!
Lalu siapa yg akan menjadi problem soulvernya???hehehe
met jumpa kembali mas...

29 July 2010 at 09:07

Jangan lagi dounk.. Kita miskin di negara kaya.... hiks.

29 July 2010 at 09:22

Wah..susah deh ngomongnya, kita bagaikan tikus yang kelaparan ditengah lumbung padi....

Salam hangat & sukses selalu...

29 July 2010 at 12:11

Kalau bisa cepat direvisi ulang tuh, tentang perjanjian kontrak kerjasamanya. Tapi rasanya sulit ya pak.

29 July 2010 at 14:31

waduh ga ngerti soal ginian,,cuma bisa berharap hukum berlaku di papua dengan adil dan merata,,dan pambagian invest dari sana bisa terselesaikan..

29 July 2010 at 22:31

PERLU KIBARKAN BENDERA REFORMASI TOTAL DI NEGARA FREEPORT bang,,,

30 July 2010 at 09:09

INDONESIA KAYA AKAN SUMBER ALAM...HARUS DI KIRIM TEAM PENYIDIK TUHH KE FREEPORT

30 July 2010 at 13:59

OH IYA YA OMM sebentar lagi 17an... :)

2 August 2010 at 14:28

yup...
kita sudah menyerahkan emas dan uranium buat Freeport (amrik) secara cuma cuma


betapa bodohnya kitaaa

2 August 2010 at 14:29

Dija pingin maen maen ke Papua Om...

kita terlalu naif untuk dapat membuat rakyat sendiri menjadi makmur.kit sebagai bangsa terlalu gampang di bohongi dan pejabat-pejabat sudah bermental sapi perahan dan bermuka badak.mereka jual tanah air mereka yang telah dibebaskan dengan darah dan nyawa oleh pendiri bangsa.sungguh memilukan dan memalukan.sudah saatnya kita kelola kekayaan kita sendiri

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungan Anda!
Kami harapkan komentar Anda berkaitan dengan artikel, dan Komentar Anda akan kami hapus, bila:
- Menyisipkan Link Aktif di Komentar
- Link User Name Anda mengarah ke Blog Iklan
- Link User Name Anda menawarkan Aborsi, Judi, Obat Bius, Alat Bantu Sex, Foto / Gambar / Animasi Versi Pornografi.

Mohon maaf, kami pakai comment moderation!