1 July 2010

Menusuk pedih kearea kesendirianku


Dihadapanku kau masih memadu kasih dengannya
Gelak tawa bahagia selalu mengiringi gelora cinta kalian


Menusuk pedih langsung kearea kesendirianku
terbayang kapan peran kekasih itu melekat kehati

Puisi ini khusus kubuat sebagai pengantar untuk berpartisipasi dalam kolaborasi postingan yang diadakan oleh TRIMATRA dengan tema menyoal moralitas dan budaya

Lihatlah kupu-kupu yang ditengah, kekasihnya selingkuh tepat dihadapannya! Harapan saya jangan sampai terjadi pada manusia! Tapi kenyataannya terjadi juga pada manusia, bahkan disemua lapisan masyarakat! Kebebasan dalam pergaulan sekarang sudah melangkah jauh yang dulunya sembunyi-sembunyi hanya untuk bicara, sekarang tempel pipi kiri kanan yang bukan muhrimnya terjadi didepan umum tanpa ada rasa malu, bahkan pada perpisahan dan pelantikan menteri yang lalu kulihat di TV dengan pakai peci dan kerudung hal tersebut juga terjadi. Apalagi pembawa acara hiburan di TV  bukan sekedar tempel pipi bahkan lebih jauh lagi main peluk sana sini  padahal hanya membawakan sebuah acara! Apakah ini kita biarkan saja dan akan menjadi budaya kita! Ayo kita hentikan dengan tidak menirunya dan media TV membuat aturan sopan santun sesuai budaya kita yang santun dan beragama!  
Gambar dari: http://4.bp.blogspot.com

63 komentar

1 July 2010 at 06:20

Asalamualaikum..pagi ...
nice post pak..
memang kadar kebudayaan dan sopan santun bangsa kita sudah mulai luntur,dan terasa sesak ketika melihat tingkah laku yg melebihi anak muda pada era era kejayaan moralitas dan sopan santun.Sekaranf semuanya benar benar sudah melewati batas..

salam kenal pak
saya sudah follow blog ini,saya harap anda berkenan untuk follow back

wasalamualaikum

1 July 2010 at 06:49

Saya setuju, budaya indonesia telah hilang, mayoritas agama di indonesia adalah islam, islam melarang keras hal-hal yang sedemikian, ketiak saja dipamerkan, paha saja diperlihatkan, dada saja diumbar, islam menghujat hal-hal yang sedemikian...

1 July 2010 at 07:07

>> Berkunjung ke blog posting kolaborasi ^_^
Duuh, memang miris ya pak bila moral sudah berserak-serak.............

1 July 2010 at 07:15

tv ku sekarang ku set up pak jadi nggak bisa hidup kalau bukan aku yang hidupkan ada psw aku selalu dampingi anak waktu nonton

1 July 2010 at 07:44

waw..ternyata ikutan kontes ya non....mmhh semoga menjadi salah satu finalis ya..kalo soal menang ya serahkan sama yg diatas..hehee..kalo dah rejeki pasti menang ya kan..siippp :)

1 July 2010 at 08:23

KEREN,,,,,TETAP SEMANGAT,,,,

1 July 2010 at 09:22

Lho.., kok kita sama2 bicara selingkuh ya pak..? hehehe

1 July 2010 at 09:33

ya benarr... padahal yang nontonnya banyak anak2 kecil.... takut meniru kelakuan mereka....

1 July 2010 at 09:35

Yups... sopan santun kian luntur dalam budaya bangsa kita.
Nice post..

1 July 2010 at 09:58

konyolnya yang begitu banyak di tiru anak2 saat ini..

1 July 2010 at 10:13

setuju mas, sedih plus bingung menyoal masalah moralitas akhir-akhir ini, alkatro hanya bisa ngikut posting kisah cinta widget dalam osting yang bermoral, dikasih pembatas karena bukan muhrim :)

1 July 2010 at 10:57

yoyoi kang.... sayang ya, tontonan sekarang bukan tuntunan yang baik... ^^

1 July 2010 at 11:55

Puisi yang singkat tapi indah

1 July 2010 at 12:35

nice post pak,,
postingn yang mntap

1 July 2010 at 12:46

Budaya timur tampaknya mulai tererosi oleh budaya lain yang kadang dapat kita lihat di media televisi. Kalau dia memakai peci dan berkerudung kemudian bertindak seperti itu, kita yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala. Memang simbol keagamaan, seperti berpeci dan berjilbab, tidak dapat dijadikan ukuran kealiman seseorang. Artikel menarik ini menjadi bahan refleksi kita semua. Trims sharingnya.

1 July 2010 at 14:04

Nice share.. Ayo,bersama kita bangun kembali puing2 moralitas bangsa ini yg keropos oleh ulah anaknya sendiri. PR buat kita semua untuk bertindak..

1 July 2010 at 14:33

kemajuan hidup membuat perubahan yang justru tidak baik..... sangat di sayangkan

1 July 2010 at 15:31

Wah. Puisi keren nih ...
Sukses terus Pak

1 July 2010 at 16:10

Mungkin yang dilakukan pak Munir ada benarnya, memilih tontonan yang baik bagi anak adalah jalan keluar terakhir...

Salam hangat & sukses selalu...

1 July 2010 at 16:19

waaah rajin banget mas ini ikutan lomba.,.ngiri deh,..

1 July 2010 at 16:37

awas..
media kerap lebih bisa mendidik anak daripada orang tua n guru lho..

*aku suka birunya*

1 July 2010 at 17:32

hal yang aneh jika dilakukan berulang2 maka akan menjadi hal yang biasa....

budaya kita memang telah jauh hilang berganti dengan kebudayaan luar yang dangat mendominsi...haah..kacau

1 July 2010 at 17:44

filter bangsa harus dihidupkan kembali yaitu pancasila

1 July 2010 at 17:56

iya mas...
makin hari makin vulgar aja tayangan tipi...
besok2 bisa saja makin vulgar...
pendidikan moral sejak dini harus di mulai dari keluarga...

1 July 2010 at 18:34

Kembalikan budaya kita kehabitatnya yaitu budaya timur, arahkan anak2 kepada ilmu agama, agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

1 July 2010 at 18:55

nice...
setuju banget bang..

1 July 2010 at 20:23

Selamat malam... pengen liat foto kupu2...

1 July 2010 at 20:28

berkunjung kem,bali pa

moral yang baik pun bisa mengharumkan

keluarga , lingkungan ,kota , daerah,suku, bangsa sampai pada agama

1 July 2010 at 21:56

beLakangan ini sebagian besar media komunikasi dan informasi sebagai kemajuan teknoLogi modern, kiranya hanya menampiLkan sebatas tayangan komerisL tanpa memperhatikan niLai-niLai reLiginya.
terima kasih Pak untuk media pengingatnya, semoga kita semua dapat menahan diri untuk tidak mengikuti budaya tersebut.
saLam persahabatan pLus ijin jadi foLLower di bLognya Pak Edi.

2 July 2010 at 01:35

kemana perginya rasa takut melakukan dosa terhadap aturanNYA??? hampir senada dengan postingan saya mas, nice post!!

ps: judul dan url postingan ini sudah saya backlink di update tgl 2 juli. terima kasih yaaa

2 July 2010 at 02:04

wew, kayak yang di rumahnya om rame ya pak
mantab pak
lanjutkan...

2 July 2010 at 06:51

membaca postingan2 blogger kemarin yang dianjurkan oleh Trimatra, hampir setiapnya saya menitiskan air mata. Innalillahi... Sudah sebegitu rupakah buruknya negri kita? tapi, saya yakin, masih banyak yang membenahi, Insya Allah. Semoga kita termasuk di dalamnya.

2 July 2010 at 12:27

Media TV harusnya memang demikian, mengajarkan moralitas yang baik.
Tapi kadang...mereka hanya mementingkan rating belaka!

2 July 2010 at 12:48

Jaman memang sudah berubah,
kita sebagai wong cilik tidak bisa berbuat banyak kecuali mulai dari diri kita masing2x

2 July 2010 at 13:02

Sedigh rasanya melihat realita yg demikian.... tapi ga ada kata lain yg bisa aku ucapkan selain itulah INdonesia......wah ikut partisipasi juga ya ..... Semangat N happy blogging!!

2 July 2010 at 16:38

Bener banget. Salah satu yang paling merusak moral anak indonesia itu adalah tv.
Tv bukan lagi tempat untuk memberi informasi seperti jaman sukarno dulu. Tp menjadi sarana yang memberi dampak buruk terhadap anak bangsa.

2 July 2010 at 18:38

keren pusiinya. bagus banget...apa kabar

2 July 2010 at 19:55

teganya si kupu-kupu yang selingkuh itu, di depan kekasihnya lagi. Kalau manusia yang melakukan itu di depan istri atau suaminya, wah sungguh keterlaluan.

3 July 2010 at 09:39

tetap semangat terus pantang mkunduir

3 July 2010 at 11:29

Saya sebagai warga negara ini, Mendukung apa yang terbaik untuk moral dan budaya ini yang sedang berkembang. dan seyogyanya kita sebagai warga yang baik harus sadar yang mana baik buruknya.thx

3 July 2010 at 15:37

Benar. Hiperbolanya, sudah sangat mendesak sekali untuk kita matikan TV selama-lamanya, Pak.

3 July 2010 at 16:21

peran orangtua untuk menanamkan aqidah dan akhlak sejak dini sangat diperlukan nice postingannya hikks xd aku nggak tahu jadi nggak bisa ikutan posting kolaborasi

3 July 2010 at 19:24

berkunjung dan memberi komentar di urutan ke 43. semoga gag bosen dengan kunjungan saya..:)

4 July 2010 at 12:36

Postingan Kolaborasi ya ?!
Mirip sama postingan nya Bundo hihihi...
Semangat sekali ya pak....

btw, saya ingin mengucapkan sedikit terima kasih, atas masukkan bapak di diskusi saya sbelumnya
http://norlandmixed.blogspot.com/2010/06/whats-point.html

sebagai tanda terima kasih, saya berharap bapak mau mengambil award di tempat saya
http://norlandmixed.blogspot.com/2010/07/ive-got-award-from-iplock.html

4 July 2010 at 12:39

Comment di atas salah tulis nama pak =)
Saya kelupaan sesuatu pak,
Bagaimana kalau x-link, link bapak sudah saya taruh di blog saya, dengan nama "Pak Edi"
terima kasih sebelumnya =)

4 July 2010 at 12:45

@ NoRLaNd >> Trims atas terpasangnya link-kami di tempat anda, segera kupasang link anda! Salam persahabatan!

4 July 2010 at 20:07

wah lagi ada transaksi..hihi

4 July 2010 at 20:35

Salam kenal, semoga sukses selalu ya...

4 July 2010 at 21:37

maju terus mas...

6 July 2010 at 00:17

good luck bro

6 July 2010 at 03:50

kupu2 gak cari tempat umpetan dulu tuh...pantesan ada lagu kupu-kupu malam...hehe

6 July 2010 at 09:48

Assalamu'alaikum, Mas ...
kembali pada aturan/norma agama dan budaya malu memang harus disegerakan!!

Mas, ada award untuk Mas Edi, semoga berkenan untuk menjemputnya. Terima kasih

7 July 2010 at 19:10

Artikel artikel yang bagus,.
terimakasih pak,dan semoga sukses selalu

7 July 2010 at 22:03

makannya ... ngobrol donk hehe.........

8 July 2010 at 11:16

Saya sangat setuju Pak, tapi saya lebih konsen ke acara TV yang tidak mendidik, karena siaran-siaran (sinetron dengan kekerasan) itu benyebar sampai kepelosok-pelosok terutama dapat meracuni mental anak-anak kita Pak.
Salam kenal....

8 July 2010 at 13:31

mampir siang mas apa kabar nih

8 July 2010 at 13:49

belum update lagi pak

8 July 2010 at 19:22

hemmm setuju bang, kayaknya budaya cipika cipiki yang barat banged seolah jadi hal yang biasa. jadi hilang norma2 kita

8 July 2010 at 19:23

koq komen saya ngga muncul ya???

8 July 2010 at 20:12

selamat malam pak
lama gak update
lagi sibuk ya?

30 December 2010 at 20:55

Thanks untuk artikel menariknya..

24 February 2011 at 21:12

Kita harus bisa memilah dan memilih tontonan yang baik bagi putra-putri kita.

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungan Anda!
Kami harapkan komentar Anda berkaitan dengan artikel, dan Komentar Anda akan kami hapus, bila:
- Menyisipkan Link Aktif di Komentar
- Link User Name Anda mengarah ke Blog Iklan
- Link User Name Anda menawarkan Aborsi, Judi, Obat Bius, Alat Bantu Sex, Foto / Gambar / Animasi Versi Pornografi.

Mohon maaf, kami pakai comment moderation!