9 July 2010

Rejeki Allah


Sebagai manusia yang diberi hati dan akal, kita tidak perlu takut dan meresahkan kehidupan ini, apalagi dengan organ tubuh kita yang lebih sempurna dibandingkan ciptaan Allah yang lainnya. Rejeki Allah sangatlah dekat dan bertebaran disekeliling kita, tinggal kemauan kita untuk memanfaatkan organ tubuh kita untuk mengolahnya menjadi apa yang kita harapkan, Allah memerintahkan kita agar selalu berusaha dan berdoa untuk mencapai kebahagiaan.

Firman Allah QS. Al Qashash: 77 
“Dan carilah dengan apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu kebahagiaan akhirat, namun jangan kamu lupakan bagianmu didunia.”
Rasulullah Saw besabda: 
“Seandainya kamu sekalian benar-benar tawakal kepada Allah, niscaya Allah akan memberi rejeki kepada kalian sebagaimana ia memberi rejeki kepada burung. Dimana burung itu keluar pada waktu pagi dengan perut kosong (lapar), dan pada waktu sore ia kembali dengan perut kenyang.” [HR. At-Tirmidzy]
Jelas sekali rejeki datang kalau ada usaha untuk mendapatkannya, Allah sangat membenci orang yang hidup hanya mengharapkan uluran tangan dari orang lain tanpa mau berusaha, Rasulullah Saw bersabda:
“Tangan yang di atas itu lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah tangan yang memberi dan tangan yang di bawah adalah tangan yang meminta-minta.” [HR. Al-Bukhari]
“Seseorang di antara kalian akan selalu meminta-minta sehingga ia nanti bertemu dengan Allah, sedangkan mukanya tidak ada daging sama sekali.” [HR. Al-Bukhari]
“Barang siapa yang meminta-minta kepada manusia dengan tujuan untuk memperbanyak kekayaannya, maka sesungguhnya ia meminta bara api. Terserah padanya apakah ia mengumpulkan sedikit saja atau akan memperbanyaknya.” [HR Muslim]
Mari kita berusaha mandiri dan menjadi mukmin yang kuat, karena Rasulullah Saw bersabda: 
“Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah.” [HR. Muslim]
Rasulullah Saw juga mengingatkan agar kita tidak sombong bila berlebih dan tidak iri bila berkurang rejeki yang kita terima, sabda Rasulullah Saw:
“Lihatlah kepada siapa yang lebih randah dari kalian, jangan melihat kepada siapa yang lebih tinggi dari kalian; karena itu akan menjadikan kalian tidak menyepelekan nikmat Allah.” [HR. Al-Bukhari]
“Bukanlah yang dinamakan kaya itu karena banyak hartanya, tetapi yang dinamakan kaya sebenarnya adalah kekayaan jiwa.” [HR. Al-Bukhari]
“Bersikaplah ridha terhadap apa yang dibagikan oleh Allah, niscaya kamu menjadi manusia yang paling kaya.” [HR. Ahmad]
Akhirnya mari kita berkarya dan beraktifitas untuk mengisi kehidupan ini untuk kebahagiaan dunia akherat! Jaga kesehatan Anda!

44 komentar

9 July 2010 at 10:56

Terima kasih atas pencerahan di pagi ini..

9 July 2010 at 11:11

Selalu menjadi yang terbaik ! Allahu Akbar...

9 July 2010 at 11:55

Artikel yang menarik sekali, semoga sukses selalu dan bermanfaat untuk kita semua. saya tunggu kunjungan anda di website saya.thx

9 July 2010 at 12:02

terima kasih atas pencerahannya bang... terkadang kita memang suka lupa akan hal itu

9 July 2010 at 12:37

"tinggal kemauan kita untuk memanfaatkan organ tubuh kita untuk mengolahnya menjadi apa yang kita harapkan"

Ini yang terkadang kurang kita pahami ya, Pak. Padahal berusaha itu penting. Tindak lanjut dari sebuah doa.

9 July 2010 at 12:53

Betul sekali bahwa Allah menjamin rejeki setiap makhluknya, tapi bukan berarti kita berpangku tangan mengharap rejeki itu datang sendiri. ukurlah diri kita yang masih bergelimang maksiat, tak bisa kita samakan dengan orang-orang suci yang rejekinya datang menghampiri, kita haruslah berusaha menjemput rejeki itu dengan usaha disertai do'a dan tawakal. Dan pada akhirnya, ikhlas serta syukurlah terhadap apa yang Allah berikan kepada kita, karena itu yang terbaik bagi kita. insya Allah. terima kasih pencerahanya Pak.

9 July 2010 at 15:22

Wah...benar juga ya pak, Allah tak akan melimpahkan rejeki bagi orang2 yang malas dan tak mau berusaha...
Makasih atas siraman rohaninya Om...

Salam hangat & sehat selalu...

9 July 2010 at 15:43

semoga jika aku sudah berpunya aku akan menjadi orang yang suka memberi

9 July 2010 at 19:06

alhamdulillah bisa berkunjung ke blog bang pena lagi..

tapi terkadang kita bingung dengan cara apa kita harus menjemput rezki itu mas. mgkn latihan2 demi latihan bisa membawa diri kita mengetahui ke Maha Pemurah Nya terhadap mahluknya.

9 July 2010 at 19:12

om achmad selalu wise deh.. tengs om :)

9 July 2010 at 21:20

terimakasih utk pencerahan yg sangat mengena di hati,Mas.
memang benar , dgn menjaga kesehatan ,kita telah bersyukur pd nikmat yg diberikan Alllah swt, dan dgn kesehatan juga kita bisa menjemput rezeki utk anak istri , juga berbagi pd yg berhak menerima.
salam

10 July 2010 at 06:26

bersandarkan pada hadist shohih yah, bahkan melebih dari itu Allah SWT berjanji pada Alquran akan memberikan rejeki yang tidak di sangka2 jika kita beriman dan bertakwa....ane lupa surah ke berapa dan ayatnya tuhh mas..!

10 July 2010 at 06:33

ini dia yang Bang Ipin maksud kalii....
”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq ayat 2-3)

10 July 2010 at 07:15

thanks untuk renungannya pak...

10 July 2010 at 09:20

selalu besyukur atas rejeki Allah

10 July 2010 at 12:41

Luar biasa sekali pencerahan siang ini pak Edi...

Betul sekali, kita harus pandai2 bersyukur atas segala ni'mat-Nya...

Postingan yang luar biasa

10 July 2010 at 13:59

mantap tauziyahnya mas.. syukuri apa yang ada.. hidup adalah anugrah :)

10 July 2010 at 15:36

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (Saba’:39)

10 July 2010 at 20:13

benar Pak, begitu buruknya pribadi seseorang yang daLam kondisi sehat dan afiat baik secara akaL maupun fisik namun ia Lebih Lebih suka meLakukan "tangan di bawah", sementara diLuar sana banyak orang yang serba kekurangan baik secara fisik ataupun keterbatasan akaL namun dengan begitu giatnya untuk menyongsong rezeqi dengan cara bekerja keras.
terima kasih atas pencerahannya, bermanfaat bagi kita semua sebagai media pengingat.

11 July 2010 at 03:20

artikel yang sangat bermanfaat sobat,semoga kita dapat selalu memanfaatkan rejeki yang allah berikan...

11 July 2010 at 06:43

Barangsiapa yang betawakal kepada Allah akan mendapatkan rejeki dari arah yang tak diduga-duga.
Tapi ya jangan hanya nganggur, kerja keras dan berdoa wajib dilakukan.
Terima kasih atas pencerahannya.
salam hangat dari Surabaya

11 July 2010 at 11:21

Trimkasih atas pencerahhan ini kang.....

Great Post.

11 July 2010 at 11:33

semoga rejeki halal selalu ada untuk kita

11 July 2010 at 11:50

woooow, makasih banget neh Mas. Sangat mencerahkan, yang mungkin buwel tahu, di ayat2 nya Tuhan sering memerintahkan kita berusaha menuntut ilmu, namun jarang (tak ada?) untuk mencari rejeki keuangan... hehehe

11 July 2010 at 11:51

Matur nuwun neh, kalo yang begini tentu adalah alirannya Nabi ya, Ahlussunnah wal jamaa'h tulen... :-)

11 July 2010 at 15:31

selalu berdzikir dan mendkatkn diri

11 July 2010 at 16:30

ulasan yang mantap....

11 July 2010 at 21:35

Terima kasih sekali pak utk pencerahannya... Semoga membuatku makin bersemangat mengais rejeki. Amin.

11 July 2010 at 21:40

Sayangnya mentalitas sebagian orang Indonesia masih lebih senang menerima bantuan dari orang lain daripada memberikan bantuan...

11 July 2010 at 22:44

Met Malem Mas, Absen... :-)

11 July 2010 at 22:44

Absen juga kek buwel... hehehe

12 July 2010 at 19:41

iman adalah rezeki termegah dari sang Khaliq untuk kita,,, tuk kita syukuri.

12 July 2010 at 21:50

Hanya orang-orang yang bersyukur yang mau bekerja keras dan berusaha.. Insya Allah kita termasuk didalamnya. Amien...

12 July 2010 at 21:51

yahh kumat lagi.. komen kaga nongol...

12 July 2010 at 22:41

dapat pencerahan
balik dari sini pikiran jadi jernih + dapat ilmu tambahan :)
selamat malam om

13 July 2010 at 11:44

Kesehatan, keselamatan dan rejeki yang cukup menjadi idaman kita semua. Semoga kita termasuk hamba yang selalu bersyukur dengan karunia yang diberikanNya, amin. Trims pencerahannya. Salam sukses.

13 July 2010 at 19:01

terima kasih atas pencerahannya

13 July 2010 at 21:24

Subhanallah... Rejeki datang dari tempat yang tidak kita duga. Saya suka blog ini. Ngeblog sambil berdakwa, menambah wawasan dan keyakinan saya. Terima kasih. Salam kenal dari Surabaya. Terima kasih telah mengunjungi blog saya

15 July 2010 at 03:09

mengingatkan kita bagaimana sikap yang Islami terhadap rejeki ....
thanks dah share om,
salam kenal ...

15 July 2010 at 12:41

Thank ya dah memberi pencerahan.

15 July 2010 at 13:55

wah,,,,,,,memang rejeki itu udah digariskan.. ^^

selamat siang,,, ^^

15 July 2010 at 14:31

bekerja sambil berdoa.
bekerja terus menerus tanpa berdoa adalah ciri orang yang sombong seolah-olah rejekinya bukan datangnya dari Allah.
berdoa terus menerus tanpa dibarengi dengan bekerja adalah ciri orang yang pemalas.

trims Pak atas pencerahannya, sukses selalu n tetap semangat

15 July 2010 at 14:31

lama baru sempat mampir disini.
makasih banyak atas pencerahannya Kang..

15 July 2010 at 16:39

SUBHANALLAH jadi ingin terus berusaha dan terus bersyukur dengan apa yg diberikan Oleh ALLAH..

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungan Anda!
Kami harapkan komentar Anda berkaitan dengan artikel, dan Komentar Anda akan kami hapus, bila:
- Menyisipkan Link Aktif di Komentar
- Link User Name Anda mengarah ke Blog Iklan
- Link User Name Anda menawarkan Aborsi, Judi, Obat Bius, Alat Bantu Sex, Foto / Gambar / Animasi Versi Pornografi.

Mohon maaf, kami pakai comment moderation!