29 December 2013

Iwan Fals: Pahlawan Asia dengan Aura Kerakyatan

Iwan Fals: Pahlawan Asia dengan Aura Kerakyatan 

Iwan Fals: Pahlawan Asia dengan Aura Kerakyatan
Iwan Fals
Siapa orang Indonesia yang tidak mengenal nama Iwan Fals? Semua orang mengenalnya sebagai salah satu ikon bangsa yang bahkan juga dikenal di dunia. Di tengah-tengah banjir penyanyi yang meniru gaya musisi-musisi barat dan Korea serta mengandalkan ketampanan, kecantikan dan gaya, Iwan Fals selalu tampil sederhana namun tetap memukau. Bahkan sejak masa-masa dimana ia dikenal sebagai ‘pemberontak’ hingga kini dimana dirinya agak lebih terpoles, Iwan Fals tetap menjadi simbol nasionalisme dan idealisme bermusik yang dikagumi orang Indonesia. 

Idealisme Kerakyatan Sejak Muda

Bukan tanpa alasan Iwan Fals selalu berpihak pada rakyat kecil dalam lagu-lagunya; hal ini karena Iwan sendiri sudah akrab dengan dunia rakyat kecil sejak muda. Penyanyi bernama asli Virgiawan Listanto yang kelahiran Jakarta, 3 September 1961 ini memang sempat menjadi pengamen pada usia 13 tahun; itulah saat-saat ia banyak mengasah kemampuan bergitar dan vokalnya. Bahkan sejak mulai mendapat tawaran membuat album pun, Iwan Fals masih tetap mengamen selama beberapa waktu. 

Album-album pertama Iwan Fals, termasuk album perdana bertajuk ‘Amburadul,’ adalah album gagal namun kini malah menjadi buruan kolektor. Baru setelah bergabung dengan Musica Record, album Iwan perlahan mulai terkenal karena penggarapannya sudah dilakukan dengan lebih serius. Sejak saat itu, aura suksesnya sebagai seorang penyanyipun terus bersinar. 

Kehidupan sebagai pengamen juga mendekatkan Iwan Fals pada kehidupan rakyat kecil serta para penghuni jalanan, dan itulah sebabnya mengapa hingga kini Iwan pun tak segan berdiskusi, mengobrol dan berinteraksi bersama masyarakat luas tanpa batas sama sekali. Lirik-lirik lagunya pun kerap mengundang gesekan antara dirinya dan pemerintah Orde Baru, karena dianggap terlalu berani mengkritik penguasa dan dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas nasional. 

Sabotase, ancaman dan kunjungan pihak kepolisian pun sudah berkali-kali dialami Iwan Fals, namun ia tetap bergeming dan terus konsisten bermusik dengan menyelipkan lirik-lirik penuh pengamatan kritis dan bahasa yang sama sekali tak berbunga-bunga. Ini membuatnya dikagumi oleh berbagai kalangan, termasuk rakyat kecil yang kurang terwakili. 

Idealisme setelah Kesuksesan ‘Bento’

Penyanyi bersuara emas ini baru benar-benar merasakan aura kesuksesan setelah merilis album SWAMI pada tahun 1989 dengan hits andalan ‘Bento’ dan ‘Bongkar,’ serta bergabung dengan grup fenomenal Kantata Takwa setahun kemudian. Akan tetapi, bahkan setelah kesuksesan itu, idealismenya tetap tak berkurang. Iwan dikenal sebagai musisi yang akan selalu menutupi tiap logo atau merk produk dalam konser, karena ia menolak mempromosikan produk apapun dalam konser.

Video - Iwan Fals - Bongkar 


Menurut profil karirnya, Iwan Fals juga menjadi pelopor komunitas yang disebut OI (Orang Indonesia), dan ia kerap membuka rumahnya untuk tempat berkumpul kelompok OI serta arena diskusi dan bahkan merencanakan kegiatan sosial bersama. Komunitas OI sekarang bisa ditemui di hampir semua propinsi di Indonesia dan bahkan di beberapa negara. 

Perubahan Gaya Bermusik

Harus diakui bahwa Iwan Fals kini tidak se’garang’ dulu. Ia yang dulunya selalu tampil acak-acakan dengan rambut berantakan, kumis tebal dan kaus lusuh kini selalu nampak rapi dalam kemeja atau kaus rapi dan celana panjang serta rambut terpangkas. Peristiwa kematian sang putra, Galang Rambu Anarki, membuat Iwan merilis album yang tak lagi se’garang’ sebelumnya. Sejak tahun 2002, penggemarnya pun melihat ada perbedaan gaya membuat lirik dimana lirik lagu bertema cinta mulai dimasukkan walau liriknya dinilai masih berkelas. 

Iwan Fals kini baru saja merilis album bertajuk ‘Raya,’ dan nampaknya masih akan terus menjadi ikon musisi yang teguh mempertahankan kualitas dan idealisme, sesuatu yang saat ini dianggap sudah langka.

Iwan Fals - Surat Buat Wakil Rakyat (Lyric Video)

9 komentar

30 December 2013 at 00:35

setuju banget....kebetulan saya termasuk pengurus OI wilayah Priangan....sayangnya beliau ngga mau diusung jadi Presiden 2014 euy...padahal dibandingin Bang Haji dangdut itu...masih okehan bang Iwan kan....;o)

30 December 2013 at 02:05

@Cilembu theaBang Iwan Fals memang oke dengan kritik-kritiknya yang dituangkan dalam lirik dan musik, saya salah satu penggemar setianya!

30 December 2013 at 08:17

Sejak fulu saya ngefans sama2 Bang Iwan Fals. Selain bersahaja, tak mau berselingkuh dg penguasa, lirik2nya juga selalu berpihak pada wong cilik.

30 December 2013 at 08:41

Aku suka beberapa lagi Iwan Fals... walau bukan penggemar fanatik yang hafal dg semua lagunya, tapi kuakui Iwan Fals emang punya daya tarik tersendiri.

30 December 2013 at 21:04

seandainya iwan fals mau diusung jadi calon presiden ri..saya tak berani membayangkan apa yg bakal terjadi,,,,,
Keep happy blogging always…salam dari Makassar :-)

30 December 2013 at 22:20

liriknya emang maknjlep dah,,
hidup bang iwan fals
salah satu emas yang dipunyai indonesia
josss

31 December 2013 at 08:53

waaahhh keren nih iwan fals. idola ane

5 January 2014 at 10:02

Mantap memang Iwan Fals, lagunya ada makna tersendiri.

6 January 2014 at 16:57

I always loving you Bang Iwan Fals.

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungan Anda!
Kami harapkan komentar Anda berkaitan dengan artikel, dan Komentar Anda akan kami hapus, bila:
- Menyisipkan Link Aktif di Komentar
- Link User Name Anda mengarah ke Blog Iklan
- Link User Name Anda menawarkan Aborsi, Judi, Obat Bius, Alat Bantu Sex, Foto / Gambar / Animasi Versi Pornografi.

Mohon maaf, kami pakai comment moderation!