15 January 2014

Kronologi Kasus Hambalang Anas Urbaningrum hingga Ditahan KPK

Kronologi Kasus Hambalang Anas Urbaningrum hingga Ditahan KPK

Kronologi Kasus Hambalang Anas Urbaningrum hingga Ditahan KPK
Anas Urbaningrum
Siapa yang tak ingat akan sumpah spektakuler Anas Urbaningrum, sang tersangka kasus korupsi Hambalang yang mengatakan bahwa dirinya bersedia digantung di Monas jika ketahuan melakukan korupsi? Publik Indonesia tentunya tak lupa ketika Anas harus menjilat ludahnya sendiri lantaran terbukti terlibat dalam kasus Hambalang bersama dengan nama-nama lainnya seperti Angelina Sondakh dan Nazaruddin.

Anas Urbaningrum diduga terlibat dalam pengaturan pemenangan tender pembangunan asrama olah raga di Hambalang oleh dua perusahaan BUMN yaitu PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya, dimana ia menerima bagian suap senilai sekitar 100 milyar rupiah, dimana sebagian uang dibagikan kepada kroni-kroni Anas seperti Andi Mallarangeng dan Mahfudi, dan sebagian lagi dimanfaatkan Anas untuk meraih kedudukan sebagai ketua Demokrat.

Peristiwa ini tentunya semakin mencoreng nama Partai Demokrat dan membuat Anas Urbaningrum harus menjilat ludahnya sendiri soal kebersihan dirinya. Akibat laporan Nazaruddin, bendahara partainya sendiri, Anas pun ikut diperiksa KPK sebelum akhirnya ikut mendekam di balik jeruji besi.

Kronologis Kasus

Berikut adalah kronologis keterlibatan Anas Urbaningrum dalam proyek Hambalang, sampai penangkapannya oleh KPK:
  • Bulan Mei 2009, Anas bertemu dengan Dudung Purwadi serta El Idris dari PT PGI dan Nazaruddin, untuk mulai mendiskusikan proyek.
  • Desember 2009, Anas menemui Ignatius Mulyono yang juga anggota DPR Komisi III untuk memintanya menyelesaikan urusan sertifikat Hambalang.
  • Januari 2010, Anas juga mengatur pertemuan antara ketua BPN Joyo Winoto dengan dirinya, Nazaruddin, Angelina Sondakh dan Ignatius.
  • Tanggal 1 Agustus 2011, kasus korupsi Hambalang terkuak pertama kalinya oleh KPK dan mulai diselidiki, dimana diketahui ada dana sebesar 2,5 triliun rupiah yang dilibatkan dalam pemenangan tender pembangunan gedung olahraga Hambalang.
  • Tanggal 8 Februari 2012, Nazaruddin yang baru tertangkap setelah melarikan diri membuat kehebohan ketika mengatakan bahwa Anas Urbaningrum si ketua umum Partai Demokrat juga ikut menikmati pembagian dana sebesar 100 miliar rupiah plus mobil mewah dan tender sub kontraktor bagi proyek Hambalang untuk perusahaan milik istri Anas.
  • Tanggal 9 Maret 2012, Anas Urbaningrum mengeluarkan pernyataan kepada pers yang isinya adalah bantahan keterlibatannya di dalam proyek Hambalang. Inilah saat dimana ia mengeluarkan pernyataannya yang terkenal, yang menantang orang agar menggantungnya di Monas jika ia terlibat korupsi.
  • Tanggal 5 Juli-3 Desember 2012, penyelidikan terus dilanjutkan, dimana daftar tersangka kasus proyek Hambalang terus bertambah, di antaranya adalah Dedi Kusnidar, Zulkarnain Mallarangeng dan Andi Mallarangeng.
  • Tanggal 22 Februari 2013, KPK sudah mengumpulkan cukup banyak bukti untuk akhirnya bisa menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka yang ikut terlibat dalam proyek Hambalang. Ini merupakan tahap akhir dari penindaklanjutan pengakuan Nazaruddin.
  • Tanggal 23 Februari 2013, Anas mengundurkan diri secara resmi dari jabatannya sebagai ketua umum Partai Demokrat menyusul ditetapkannya dirinya sebagai tersangka.

Walaupun proyek Hambalang adalah proyek yang sudah berjalan sejak 2003 dan kerap tersendat sampai dimulai lagi oada tahun 2009, proyek ini sudah memakan begitu banyak ‘korban’ elit politik dan pejabat. Yang lebih mengherankan lagi, ternyata ada cukup banyak dukungan dari elit politik yang dilayangkan kepada Anas Urbaningrum walaupun yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai salah satu tersangka. Hal ini tentu saja semakin membuat kasus ini memanas dan terus bergulir, hingga yang kita tahu, berujung pada penahanan Anas Urbaningrum oleh KPK di hari keramat yaitu hari Jum'at tanggal 10 Januari 2014.

Video Anas Urbaningrum Gelar Jumpa Pers

Video Detik - Detik Penahanan Anas Urbaningrum Oleh KPK

3 komentar

15 January 2014 at 08:54

Kasusnya panjang dan penuh dengan skenario poltiki.

Salam.

15 January 2014 at 12:42

proses penyidikan sedang berjalan..semoga semua berakhir dengan menemukan titik kebenaran..siapa saja yang terlibat korupsi dan harus dihukum seberat-berat mungkin...karena korupsi itu daya rusaknya teramat tinggi...keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

15 January 2014 at 14:21

semoga kebenaran akan segera terungkap dan semua yang bersalah akan menuai hasil dari perbuatannya

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungan Anda!
Kami harapkan komentar Anda berkaitan dengan artikel, dan Komentar Anda akan kami hapus, bila:
- Menyisipkan Link Aktif di Komentar
- Link User Name Anda mengarah ke Blog Iklan
- Link User Name Anda menawarkan Aborsi, Judi, Obat Bius, Alat Bantu Sex, Foto / Gambar / Animasi Versi Pornografi.

Mohon maaf, kami pakai comment moderation!