7 January 2014

Profil Tukul Arwana: Kesuksesan dari ‘Kristalisasi Keringat’

Profil Tukul Arwana: Kesuksesan dari ‘Kristalisasi Keringat’


Profil Tukul Arwana: Kesuksesan dari ‘Kristalisasi Keringat’
Tukul Arwana
Kristalisasi keringat’ adalah ungkapan favorit yang sering dilontarkan pelawak sukses Tukul Arwana, yang terkenal karena acara Bukan Empat Mata. Ungkapan ini merujuk pada kisah suksesnya yang berawal dari hidup pas-pasan yang dilakoninya selama bertahun-tahun sebelum dirinya akhirnya bisa berkembang menjadi pelawak, presenter dan bahkan wirausahawan sukses. Kisah sukses Tukul ini memang patut disimak dan bisa menjadi inspirasi bagi siapapun yang memiliki mimpi dan ingin berjuang dari bawah untuk mencapainya.

Bakat Masa Kecil dan Kesulitan Ekonomi

Lahir pada tanggal 16 Oktober 1963 di Purwosari, Semarang, Tukul Arwana yang terlahir dengan nama Riyanto ini adalah anak dari Abdul Wahid dan Sutimah, namun diangkat anak oleh tetangganya yang bernama Suwandi karena sering jatuh sakit dan orangtuanya tak mampu secara ekonomi. Walaupun terlahir dari keluarga yang kurang mampu dan juga diasuh oleh keluarga angkat yang kurang mampu, Tukul sudah menunjukkan bakat menghibur dan melawak sejak kecil.

Profil Tukul Arwana juga diwarnai dengan prestasi di bidang melawak sejak kelas 4 SD, yang ditunjukkan dengan menjuarai berbagai kompetisi melawak tingkat daerah dan nasional. Akan tetapi, karena kesulitan ekonomi, bakat itu tidak tersalurkan. Bahkan, setelah SMA, Tukul harus bekerja sebagai supir angkot.

Masa-masa Awal Perjuangan

Semua orang tahu bagian ini dari biografi Tukul Arwana; Tukul menghabiskan lebih dari 5 tahun menjadi supir dan 5 tahun lagi bergonta-ganti pekerjaan. Karena ingin mengubah nasib, Tukul hijrah ke Jakarta pada tahun 1992 dimana di sini ia pun tidak langsung sukses. Tukul masih harus bekerja sebagai supir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, walaupun di Jakartalah ia akhirnya menikah dengan istrinya, Susi.

Setelah menikah dan memiliki dua orang anak, nasib Tukul Arwana tetap belum berubah, sampai akhirnya ia memutuskan melamar posisi penyair radio lawak SK Humor. Di sinilah akhirnya Tukul menemukan tempat untuk menyalurkan bakat alaminya, yaitu melawak, di mana ia bisa memancarkan aura positifnya secara tepat. Di sini, nama Tukul perlahan-lahan mulai terkenal sebagai penyiar sekaligus pelawak, terutama karena ia juga bekerja bersama rekan-rekan pelawak yang sudah terkenal seperti Ulfa, trio Patrio dan Bagito.

Setelah menemukan tempat di mana bakat alaminya mulai terlihat, Tukul pun mulai menampakkan lagi bakatnya yang sempat terkubur selama beberapa lama karena masalah ekonomi.

Masa Ketika Mulai Terkenal

Ketika namanya mulai terangkat sebagai pelawak, Tukul Arwana pun menerima order besar pertamanya yaitu ikut tampil dalam Lenong Rumpi serta menjadi bintang tamu di video klip penyanyi cilik Joshua, dengan lagu yang berjudul ‘Diobok-obok.’ Dari sini, nama Tukul semakin bersinar sebagai pelawak dan penghibur hingga akhirnya ia mendapat banyak tawaran manggung bersama Srimulat sejak tahun 1998, dan menjadi presenter di dua stasiun swasta nasional.

Akan tetapi, karirnya yang paling terkenal tentu saja ketika ia menjadi presenter ‘4 Mata’ di Trans 7 (kemudian menjadi ‘Bukan 4 Mata), di mana ia akhirnya dikenal masyarakat seluruh Indonesia dengan istilah khasnya “kembali ke laptop!

Sekarang

Tukul Arwana menjadi terkenal karena sikap dan penampilannya yang tetap ‘ndeso’ walaupun sudah menjadi pelawak top di ibukota. Hal ini membuat masyarakat sangat menggemari gayanya yang tetap kocak, rendah hati dan polos walaupun sudah sukses dengan pekerjaan sebagai presenter, pelawak, bintang iklan dan bahkan usaha restoran Bakso Tukul serta usaha bidang hiburan Ojo Lali Entertainment. Tukul selalu berkata bahwa semua yang dilakukannya adalah hasil dari ‘kristalisasi keringat’ yang dilakoninya sejak muda.

Walau sempat tersandung masalah dengan KPI lantaran gaya bercanda yang dinilai kurang pantas dalam acaranya, harapan kami semoga bahan lawakkan yang melecehkan tubuh seseorang dihilangkan tanpa itu sudah lucu kok Dengan kelebihan dan kekurangannya saat ini Tukul Arwana tetap menjadi salah satu ikon lawak di Indonesia yang rendah hati dan sederhana.


10 komentar

7 January 2014 at 08:34

mampir berkunjung,
bravo sang humortivator .. tukul arwana

7 January 2014 at 13:23

bener bener dr bawah ya mas perjuangan pak Tukul ini

7 January 2014 at 13:30

sip!! Seorang Tukul emang penuh inspirasi! :)

7 January 2014 at 16:30

dulu bukan siapa-siapa kini menjadi sosok yang fenomenal

7 January 2014 at 16:42

Membaca biografi orang yang berhasil memang memberikan sugesti yang positif banget untuk kita

8 January 2014 at 20:02

yang saya pertama tahu dari seorang mas tuklul ini, dulu jadi begroundnya lagu si kecil joshua dengan di obok2nya

9 January 2014 at 02:55

Saya salah satu penggemar acara Tukul Arwana, yaitu Bukan Empat Mata. Tapi acaranya yang dunia lain itu, saya nggak suka. :)

10 January 2014 at 16:45

Tukul memang tergolong artis sukses yang merangkak dari nol, bahkan minus. Bukan, artis karbitan. Joke2nya cukup segar dan menggelitik ketika menjadi host "Bukan Empat Mata". Salut buat Kang Tukul.

29 January 2014 at 19:30

emm, kisah yang sangat memotivasi :)

bukan empaaaaaaat maaaata

16 June 2014 at 11:41

perjuangan, ketekunan, kesabaran, dan tak kenal putus asa, dibarengi do'a dan emang udah jadi takdirnya kang Tukul lah yang menjadikannya seperti sekarang ini ya kang.

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungan Anda!
Kami harapkan komentar Anda berkaitan dengan artikel, dan Komentar Anda akan kami hapus, bila:
- Menyisipkan Link Aktif di Komentar
- Link User Name Anda mengarah ke Blog Iklan
- Link User Name Anda menawarkan Aborsi, Judi, Obat Bius, Alat Bantu Sex, Foto / Gambar / Animasi Versi Pornografi.

Mohon maaf, kami pakai comment moderation!